Friday, September 10, 2010

:: Saling bermaafan




Baiknya Bermaafan
Jumat, 10/9/2010 | 09:14 WIB

KOMPAS.com - Hari raya Idul Fitri adalah saatnya kaum muslimin dan muslimah merayakan kemenangan sekaligus bermaaf-maafan. Nilai bermaaf-maafan itu ternyata tak hanya bermakna bagi hubungan interpersonal seseorang. Namun, juga baik untuk kesehatan jiwa dan raga.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita memberikan pengaruh terhadap banyak orang, entah itu pengaruh baik maupun buruk. Sehingga bisa dikatakan, tak ada manusia yang luput dari kesalahan dan permintaan maaf, dan tidak ada siapa pun yang tak punya kesempatan untuk memberikan maaf kepada orang lain. Berikut adalah beberapa hal baik dari memaafkan untuk kesehatan seseorang:

1. Kesehatan fisik yang baik
Ada banyak studi yang menilai positif tindakan memaafkan orang lain terhadap kesehatan tubuh. Di antaranya; menurunkan tekanan darah, menyehatkan detak jantung, serta menguatkan imun tubuh.

2. Menghindari siklus pikiran yang tak produktif
Tak bisa memaafkan memicu siklus pikiran negatif dan amarah. Memaafkan orang yang pernah berbuat salah kepada kita memberikan kesempatan untuk Anda bisa merasakan emosi orang lain. Dengan kata lain, Anda jadi lebih bisa berempati dengan orang lain. Saat pikiran Anda terblokade oleh rasa marah dan kesal, pikiran dan perasaan pun tertutup. Lama kelamaan, hati pun menjadi keras dan sulit untuk bisa menjadi orang yang lebih baik.

3. Energi dan toleransi yang lebih baik
Perlu energi yang banyak untuk menahan dendam dan amarah. Saat dendam dan pikiran buruk berkelibat di kepala Anda, maka kemampuan Anda untuk peka akan kebutuhan orang lain di sekitar serta kemampuan Anda untuk menjadi orang yang lebih sensitif akan keadaan sekitar akan terhalang.

4. Melindungi kebebasan dan kemampuan untuk percaya
Tidak mau memaafkan orang lain memosisikan Anda sebagai korban dan mengekang Anda sebagai orang yang tertindas akan suatu tindakan yang salah. Memaafkan orang yang berbuat salah bisa membebaskan Anda dan memberi Anda pilihan untuk bisa percaya lagi. Ini adalah kunci penting untuk bisa menjalin hubungan dengan siapa pun lebih baik.

5. Menghapus kenangan buruk
Coba Anda bayangkan menjalin hubungan cinta dengan seseorang yang belum bisa memaafkan tindakan buruk yang ia terima dari mantan kekasihnya. Bagaimana posisi Anda? Sulit, kan? Untuk bisa bersama orang yang masih menyimpan dendam dan amarah terhadap orang lain sangat menguras energi. Lama kelamaan energi orang yang berada dekatnya akan terhisap. Menjalin hubungan yang baik dan sehat adalah dengan menyelesaikan masalah saat masalahnya mulai mencuat.

6. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan diri
Yang luarbiasa dari tindakan memaafkan adalah dampaknya terhadap perkembangan seseorang. Dibutuhkan kelapangan dan daya yang sangat besar untuk bisa keluar dari situasi tak mengenakkan. Hal ini akan membantu Anda untuk memperbaiki diri dan menempa mental untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

Tentu tindakan memaafkan ini pun ada kadar dan batasannya. Andalah yang paling tahu apa dan bagaimana tindakan yang bisa ditolerir dan tidak. Jadi, ketika ada masalah-masalah sepele yang bisa Anda maafkan, sedikit demi sedikit Anda sedang menempa diri untuk menjadi orang yang lebih sehat, bertumbuh, serta belajar dari pengalaman untuk menilai situasi lebih baik lagi.


NAD

Editor: Nadia Felicia

Sumber: yourtango



...............................................................................................


Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan

Kamis, 09 September 2010, 21:12 WIB
Smaller Reset Larger
Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan
ilustrasi

Oleh Dr A Ilyas Ismail

Pada suatu hari, Abu Bakar As-Shiddiq bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah bin Atsatsah, salah seorang kerabatnya. Sebab, ia telah ikut menyebarkan berita bohong mengenai putrinya, Siti Aisyah. Namun, Allah SWT melarang sikap Abu Bakar itu dengan turunnya ayat ke-22 dari surah An-Nur.

“Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan mem beri (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin agar Allah mengampunimu? Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur [24]: 22).

Ayat ini mengajarkan kepada kaum Muslim agar melakukan (paling tidak) dua hal kepada orang yang pernah berbuat dosa. Pertama, al-afwu, yaitu memberi maaf. Dalam bahasa Alquran, kata al-afwu, berarti ‘menghapus’ atau ‘menghilangkan luka-luka lama yang ada dalam hati’. Untuk itu, tidak disebut memberi maaf manakala masih tersisa ganjalan, apalagi dendam yang membara dalam hati.

Kedua, as-shafhu, yaitu berlapang dada. Kata as-shafhu berarti ‘irdhu as-syai’, yaitu permukaan atau dataran sesuatu yang menggambarkan kelapangan. Dari kata ini terbentuk kata mushafahah yang berarti bersalam-salaman, dan kata shafahat yang berarti lembaran-lembaran. Jadi, dengan as-shafhu, kita disuruh bersikap lapang dada untuk menutup lembaran-lembaran lama dan membuka serta mengisi lembaran yang baru.

Menurut pakar tafsir Al-Ashfahani, as-shafhu lebih tinggi nilainya dibanding al-afwu. Itu karena, pada al-afwu, boleh jadi ada sesuatu yang sulit dihapus dan dibersihkan, atau karena lembaran yang terkena noda. Meskipun sudah dibersihkan, ia tidak akan sebagus lembaran yang baru sama sekali.

Di samping dua hal, al-afwu dan as-shafhu, kepada orang yang bersalah itu, kita diminta pula berbuat baik dan terbaik ( ihsan). Ihsan itu bukan kebaikan biasa, akan tetapi keutamaan ( al-fadhl) yang sangat tinggi. Ia di atas kewajiban atau sesuatu yang seharusnya. Dicontohkan dalam perihal membayar hutang. Itu merupakan kewajiban, tetapi membebaskan piutang adalah keutamaan ( ihsan). Meminta maaf adalah kewajiban, tetapi memberikan maaf sebelum diminta adalah keutamaan ( ihsan).

Pada hari yang suci dan fitri ini, sudah selayaknya kita memulai hidup baru dengan memperkuat tali silaturahim, saling memaafkan, dan saling berbagi dalam kebaikan dan kebahagiaan. Itulah sesungguhnya jalan takwa yang harus kita budayakan dan berdayakan sepanjang hidup kita. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah beserta orangorang yang bertakwa dan orangorang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-Nahl [16]: 128). Wallahu a’lam. Mohon maaf lahir dan batin.

Red: irf

Salam Aidilfitri





:: Dipanjangkan usia...berhari rayalah kita





Thursday, September 09, 2010

:: Harapan kita






Ramadhan dah di penghujung... Syawal bakal menjelma
Bagaimana keadaan kita... semoga esok masih ada
Segala puji dan syukur kepadaNYA
Atas kehendakNYA... kita dipanjangkan usia



:: Esok raya.. Jumaat.. 10.09.2010






Wednesday, September 08, 2010

:: Jumaat.. 10.09.2010.. Aidilfitri





Aidilfitri disambut Jumaat


2010/09/08

KUALA LUMPUR: Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja, Tan Sri Engku Ibrahim Engku Ngah, sebentar tadi mengumumkan umat Islam di Malaysia akan menyambut Aidilfitri pada Jumaat, 10 September 2010.

"Bagi menyempurnakan titah perintah Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong, setelah diperkenan oleh Duli-Duli Yang Maha Mulia Raja-Raja, dengan ini saya mengisytiharkan tarikh Hari Raya Puasa bagi negeri-negeri seluruh Malaysia telah ditetapkan pada hari Jumaat," katanya.

Pengumuman beliau disiarkan menerusi RTM dan TV3.

Tarikh Aidilfitri di Malaysia ditetapkan berdasarkan rukyah dan hisab.




:: Balik beraya...




sebuah perkampungan nelayan
yang kononnya
terlalu banyak remis di pantainya
yang dikisahkan sejak dahulu...




Selalunya sebelum berpuasa lagi, masing2 dah memasang angan2... ingin balik ke kampung halaman masing2... tempat tanah tumpah darah... tempat di mana masing2 dilahirkan atau dibesarkan. Selalunya begitulah. Ada yang bergilir beraya di kampung pasangan masing2... dan ada yang mengutamakan keluarga sebelah pihak suami... dan ada juga sebaliknya. Maha beruntunglah bagi pasangan yang masih memiliki ibu bapa dan ibu bapa mertua atau sekurang2nya salah satu daripada ibu atau bapa... atau ibu atau bapa mertua... atau salah satu daripada mereka.

Seawal sebelum berpuasa... sebelum Ramadhan menjelma... PakNdak Yan menyampaikan mesej... bertanya khabar nak beraya di mana? Mungkin PakNdak Yan dan MakNdak Rahimah sekeluarga ada perancangan sendiri... mungkin nak beraya di Sungkai pula tahun ni...

PakLang Hj Azizi sekeluarga besar kemungkinan akan ke Sitiawan dan Pantai Remis... seperti biasa... waris terdekat MakLang Hjh Zuraidah masih ramai di sana.

PakTeh Hj Azman sekeluarga seperti biasa akan ke Lekir, Pantai Remis dan Wilayah mengunjungi ipar duai sebelah MakTeh Hjh Nurulhuda.

Manakala PakTam Azlan dan MakTam Rozita sekeluarga akan ke Melaka dan Perak... termasuk ke Gerik rumah MakLong Hjh Azizah.

Mungkinkah rumah pusaka di Batu 51 bakal dijadikan rumah terbuka kali ini... tempat berkumpul adik beradik ?


........... bersambung............



Sunday, September 05, 2010

:: Taib Mahmud dapat sokongan penuh






LEADERSHIP STILL NEEDED: The PBB Supreme Council, in a meeting in Kuching yesterday, is urging party president and Chief Minister Pehin Sri Abdul Taib Mahmud to stay on as their leader. Here, the supreme council members are seen raising their hands to indicate their support for Taib.

LEADERSHIP STILL NEEDED: The PBB Supreme Council, in a meeting in Kuching yesterday, is urging party president and Chief Minister Pehin Sri Abdul Taib Mahmud to stay on as their leader. Here, the supreme council members are seen raising their hands to indicate their support for Taib.




Ahad September 5, 2010
71 Cawangan Mahu Taib Mahmud Kekal Presiden PBB

KUCHING: Parti Pesaka Bumiputera Bersatu (PBB) mahu Tan Sri Abdul Taib Mahmud kekal sebagai presiden parti tersebut dan Ketua Menteri bagi memastikan kestabilan politik serta pembangunan Sarawak secara berterusan.

Timbalan Ketua Menteri Tan Sri Alfred Jabu Numpang berkata, Taib selaku Ketua Menteri, mendapat sokongan penuh semua 71 ketua cawangan yang diwakili kaum bapa serta sayap pemuda dan wanita PBB, iaitu anggota majlis tertinggi PBB, melalui ikrar taat setia dan usul yang dibuat pada mesyuaratnya yang dipengerusikan sendiri oleh Taib, Ahad.

"Kami (anggota PBB) sebulat suara menyokong penuh kepimpinan Pehin Sri (Tan Sri) Abdul Taib Mahmud dan akan terus menyokong pucuk pimpinan beliau dan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak," katanya kepada pemberita di sini.

Taib yang meninggalkan mesyuarat 10 minit lebih awal, enggan memberikan sebarang komen kepada wartawan, sebaliknya menyerahkan kepada timbalannya untuk memberi kenyataan berhubung perkara itu kepada pihak media.

Pemimpin berusia 74 tahun itu merupakan Ketua Menteri Sarawak paling lama berkhidmat iaitu selama 29 tahun sejak menyandang jawatan tersebut pada 26 Mac 1981.

- BERNAMA



:: Ketika mendengar pidato SBY





RI - MALAYSIA
Ketika Mendengar Pidato SBY
Minggu, 5 September 2010 | 06:02 WIB


KOMPAS/PAT HENDRANTO
Hubungan baik Indonesia dengan Singapura tetap terjaga setelah hukuman mati terhadap dua personel KKO dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 1968. Bahkan, pada tanggal 28 Mei 1973 Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew menaburkan bunga pada makam Usman dan Harun di Jakarta. Usman dan Harun adalah dua personel KKO yang dihukum mati.
TERKAIT:



KOMPAS.com - Ketika mendengar pidato yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/9), banyak kalangan yang kecewa. Selain agak terlambat, Presiden pun dianggap bersikap terlalu lembek terhadap Malaysia.

Dalam pidatonya, Presiden mengatakan, ia turut merasakan keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Dan, apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita.

Presiden, dalam kesempatan itu, juga mengajak masyarakat untuk menjauhi tindakan berlebihan, termasuk aksi kekerasan yang hanya akan menambah masalah yang ada.

Menurut Presiden, kedaulatan negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Ditekankan oleh Presiden bahwa pemerintah sangat memahami kepentingan itu dan bekerja sungguh-sungguh untuk menjaga serta menegakkannya.

”Namun, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah,” ujarnya.

Presiden juga menyinggung banyak hal lain dalam pidatonya. Akan tetapi, apa pun alasan yang dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono dalam pidatonya, pada intinya adalah ia menegaskan bahwa ia menempatkan hubungan baik dengan Malaysia sebagai hal yang penting.

Oleh karena itu, persoalan yang terjadi dengan Malaysia pada saat ini harus dijaga agar tidak sampai mengganggu hubungan baik kedua negara.

Situasi yang hampir sama

Situasi yang dialami oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat ini, hampir sama dengan apa yang dihadapi oleh Presiden Soeharto dengan Singapura pada tahun 1968 atau 42 tahun silam. Pada saat itu Singapura memutuskan akan menghukum mati dua personel Korps Komando (KKO), yakni Usman bin Moh Ali dan Harun bin Said, yang tertangkap di negara itu.

Berbagai kalangan di Indonesia, terutama KKO (kini Korps Marinir), langsung bereaksi dengan sangat keras. Namun, Presiden Soeharto langsung maju ke depan dan mengambil kendali.

Soeharto secara terbuka meminta kepada Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew untuk memberikan keringanan hukuman kepada kedua personel KKO itu. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Singapura. Menurut pemerintah negara pulau itu, kedua personel KKO tersebut melakukan kegiatan mata-mata serta subversi, dan ancaman hukumannya adalah hukuman mati dengan cara digantung.

Penolakan Singapura itu membuat berbagai kalangan di Indonesia geram dan mendorong pemerintah untuk menyerang Singapura. Dan, dorongan itu menjadi semakin besar ketika pada 17 Oktober 1968 pukul 06.00 Singapura akhirnya melaksanakan hukuman mati tersebut.

Kepulangan jenazah kedua personel KKO itu ke Tanah Air disambut secara besar-besaran dan menjadikan kegeraman terhadap Singapura seperti mendapatkan amunisi, bagai api disiram dengan bensin.

Ketegangan hubungan antara Indonesia dan Singapura meningkat hingga ke titik yang terburuk. Kedutaan Besar Singapura di Jakarta yang terletak di Jalan Indramayu Nomor 28 (waktu itu) diserbu dan dirusak oleh massa mahasiswa dan pemuda. Demikian juga tempat tinggal staf Kedutaan Besar Singapura di Jalan Maluku Nomor 27 dan Jalan Jambu Nomor 15.

Akan tetapi, pada saat itu, Presiden Soeharto tetap menanggapi hukuman mati terhadap dua personel KKO itu dengan kepala dingin dan memilih untuk tidak memenuhi dorongan dari berbagai kalangan untuk menyerang Singapura.

ASEAN, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara, baru didirikan satu tahun sebelumnya, 8 Agustus 1967. Dan, salah satu tujuan pembentukan ASEAN adalah untuk mewujudkan kawasan Asia Tenggara sebagai kawasan yang damai, makmur, dan bebas dari campur tangan kekuatan asing dari luar kawasan.

Melalui ASEAN, Presiden Soeharto ingin menghapuskan citra ekspansionis yang melekat pada Indonesia sebagai akibat dari kebijakan ”Ganyang Malaysia” yang digagas oleh Presiden Soekarno.

Dengan bergabungnya Indonesia di ASEAN, Presiden Soeharto ingin menunjukkan kepada negara-negara tetangganya bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai.

Ketegangan dengan Singapura itu menjadi ujian bagi Indonesia untuk membuktikan diri kepada negara-negara tetangganya bahwa Indonesia benar-benar sudah berubah.

Pada tahun 1960-an negara-negara tetangga, yang dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk sangat kecil, merasa sangat khawatir dengan Indonesia, tetangga raksasanya. Belum lagi, pada masa itu Indonesia memiliki angkatan bersenjata yang terkuat di Asia Tenggara.

Kekhawatiran terhadap Indonesia membuat negara-negara tetangga meminta perlindungan kepada kekuatan-kekuatan asing dari luar kawasan, yang pada masa itu hadir di kawasan.

Dalam kaitan itulah, cara Indonesia menangani ketegangan dengan Singapura itu akan berpengaruh besar terhadap bagaimana negara-negara tetangga kecil itu melihat (mempersepsikan) Indonesia.

Presiden Soeharto sangat memahami situasi itu. Itulah sebabnya Soeharto memilih untuk menghindari perang dan menyelesaikan persoalan dengan Singapura melalui jalur-jalur diplomatik.

Berkat kebijakan luar negeri yang dijalankan oleh Presiden Soeharto itulah citra Indonesia yang ekspansionis berangsur- angsur hilang tak berbekas.

Dalam 30 tahun terakhir bisa dikatakan bahwa kawasan Asia Tenggara telah berkembang menjadi kawasan yang damai, makmur, dan bebas dari kekuatan asing dari luar kawasan.

Posisi awal

Kini, 42 tahun sesudahnya, Indonesia kembali dihadapkan pada posisi yang sama. Cara Indonesia menangani ketegangan dengan Malaysia akan menentukan bukan hanya pandangan negara tetangga terhadap Indonesia, melainkan juga pandangan dunia internasional.

Negara-negara tetangga yang lain mengikuti dengan saksama bagaimana Indonesia menangani dan menyelesaikan ketegangannya dengan Malaysia. Jika Indonesia tidak dapat mengendalikan diri dan memilih untuk menggunakan kekerasan terhadap Malaysia, dapat dipastikan Malaysia dan negara-negara tetangga lainnya akan mengundang kekuatan luar kawasan kembali ke kawasan ini.

Dan, jika itu yang terjadi, upaya negara-negara ASEAN, terutama Indonesia, yang selama lebih dari 30 tahun telah menjadikan kawasan Asia Tenggara bebas dari kekuatan asing, menjadi terancam. Dan, kekuatan asing akan diundang kembali ke kawasan ini.

Apalagi Five Powers Defence Arrangements, yakni Pengaturan Pertahanan Lima Negara antara Malaysia, Singapura, Inggris, Australia, dan Selandia Baru yang ditandatangani pada tahun 1971, belum pernah dicabut.

Setelah kehilangan pangkalan militernya di Filipina pada tahun 1990-an, Armada VII Amerika Serikat seperti kehilangan pijakan di Asia Tenggara. Dalam kaitan itulah, Amerika Serikat mendekati Singapura dan meminta izin untuk menggunakan salah satu pangkalan laut Singapura untuk kepentingan logistik dan perawatan kapal bagi Armada VII. Permintaan Amerika Serikat tersebut segera dipenuhi oleh Singapura.

Jika Singapura merasa keberadaan (eksistensi) negaranya terancam oleh Indonesia, bukan tidak mungkin negara itu akan mengizinkan militer Amerika Serikat untuk hadir lebih dalam.

Sebagai negara yang hidup bertetangga, gesekan mudah sekali timbul. Adalah tugas Indonesia dan setiap negara tetangga untuk menjaga agar gesekan itu tidak berkembang menjadi tidak terkendali dan mengarah kepada perang terbuka.

Namun, hal itu jangan diartikan bahwa Indonesia tidak boleh bersikap tegas terhadap negara tetangganya jika gesekan terjadi.

Protes keras dimungkinkan, dan rasa tidak suka juga dapat diperlihatkan asalkan dilakukan melalui jalur-jalur diplomatik. Penarikan duta besar pun dimungkinkan untuk dilakukan asalkan semua tindakan itu dilakukan secara terukur.

Sayangnya, seperti biasa, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kurang tegas dalam bersikap dan kurang cepat dalam memperlihatkan sikap bahwa ia membela kepentingan rakyat yang dipimpinnya.

Melancarkan perang dengan Malaysia bukanlah tindakan yang bijaksana. Selain memerlukan dana yang sangat besar, juga akan banyak orang yang akan kehilangan nyawanya dengan percuma. Jangan hanya karena merasa lebih besar dan lebih kuat lalu menganggap bahwa perang akan dimenangi dengan mudah.

Bahkan, Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya pun sulit mengalahkan Irak yang dalam hitung-hitungan di atas kertas dapat dikalahkan dengan mudah.

Relakah kita membiarkan putra-putra Indonesia kehilangan nyawa di medan perang untuk sebuah urusan yang sesungguhnya dapat diselesaikan melalui jalur-jalur diplomatik? (James Luhulima)





:: Zakat fitrah




Suatu kewajipan lain yang perlu disempurnakan ialah membayar zakat fitrah atau membayar fitrah... apabila tibanya bulan ramadhan.

Di awal zaman kanak2 dahulu... beras dibawa oleh orang tua ke rumah tok guru... iaitu orang yang mengajar al-quran... Tok Long Nah namanya. Beras diserahkan sebagai bayaran zakat fitrah.

Masa berlalu... kemudiannya... beras disediakan sendiri oleh Tok Long Nah... akad jual beli beras dilakukan... kemudian diikuti dengan proses membayar fitrah dengan beras yang "dibeli" sebentar tadi.

Kini... bayaran zakat fitrah diseragamkan mengikut negeri... dibolehkan bayaran dengan wang tunai yang dinilaikan sama dengan harga beras... walaupun makanan asasi bagi setiap keluarga itu berbeza. Keluarga berada terbiasa dengan beras wangi... manakala keluarga lain mungkin lebih terbiasa dengan beras biasa... dan ada golongan tertentu yang hanya mampu menggunakan beras hancur... namun kini, nilai zakat fitrah diseragamkan bagi semua golongan ini... wallahu'alam.

Kekadang ada yang terlupa untuk membayar zakat fitrah kerana kesibukan tugas dan rutin harian... dan hal ini pernah dinyatakan oleh seorang kenalan baru2 ini... berdasarkan pengalamannya sendiri... dan hanya tersedar setelah menjelang 2 Syawal.




redriam.blogspot.com

:: Hujung Ramadhan



Ramadhan semakin ke penghujungnya menjadikan Syawal semakin menghampiri. Kemeriahan suasana di masjid dan surau sebelum ini seperti seawal puasa nampaknya semakin berkurangan. Tumpuan masing2 lebih ke arah persiapan menyambut ketibaan hari lebaran mungkin sebagai antara penyebabnya. Kuih muih, pakaian, makanan dan persiapan rumah lebih diberi tumpuan perhatian. Masing2 turut merancang balik berhari raya di kampung halaman, terutama yang punya orang tua atau mertua yang setia menanti kepulangan anak menantu, para cucu dan cicit. Maka akan riuh rendahlah dengan hilai tawa dan sembang santai antara ipar duai, biras besan dan isak tangis antara para cucu atau cicit yang sesekali bertemu dan bersua muka. Apa2pun, itulah nikmat dan indahnya apabila masing2 dapat berkumpul terutama yang memiliki keluarga besar.

Bazar ramadhan semakin kurang dikunjungi pelanggan dan pembeli...menjadikan penjual semakin merosot bilangannya. Keriuhan dan jeritan penjual memperkenalkan barangan dan jualan semakin kurang seperti sebelum ini nampaknya. Ada yang memilih untuk tidak mengunjungi bazar demi mengelak dari bersesak2 yang menyukarkan laluan dan melambatkan urusan memilih dan membeli juadah. Kepelbagaian keinginan, citarasa dan gelagat para pengunjung dan penjual menjadikan bazar ramadhan dikunjungi oleh pelbagai kaum.. seolah2 wujudnya pesta makanan sempena ketibaan ramadhan.

Pihak sekolah dan institusi lain telah mulai bercuti. Kelas gantian atau kuliah gantian telah dibuat seawal mungkin sebelum ini, walaupun mungkin ada juga yang akan menggantikannya selepas tempoh bercuti ini. Semoga perjalanan jauh yang bakal dilalui oleh rakan2 kita selamat pergi dan kembali. Kondisi kenderaan sebaiknya difokuskan, demi mengelak perkara2 yang di luar jangka. Rancanglah perjalanan sebaik mungkin. Rasa mengantuk yang teramat sangat yang disertai oleh rasa enggan berhenti dan berehat sebentar adalah antara punca kemalangan.

Berhati2 di jalan raya dan berhenti apabila mengantuk adalah antara pesan yang sentiasa diberikan kepada anak2 yang melibatkan perjalanan jauh sejauh dari Bintangor dan Miri. Alhamdulillah, Ahmad telah selamat tiba seminggu sebelum ini apabila perlu melaksanakan PBS di sebuah sekolah rendah di Kota Samarahan, manakala Alang baru tiba petang tadi, sebelum waktu berbuka puasa. Along menggunakan perkhidmatan Air Asia pagi tadi sementara Zul akan ke Kuching sedikit lewat iaitu pada 7hb nanti.





Friday, September 03, 2010

Thursday, September 02, 2010

:: Djoko Santoso: Perundingan perbatasan




Smaller Reset Larger

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Panglima TNI Jenderal, TNI Djoko Santoso, sepakat masalah antara Indonesia dan Malaysia diselesaikan secara diplomasi. Perundingan perbatasan dinilainya dapat mencegah masalah-masalah lain yang akan timbul. Djoko membantah adanya sikap inferioritas (rendah diri) Indonesia di atas Malaysia.

"Diselesaikan secara diplomasi, sudah jelas kan. Bagaimana kita berupaya untuk segera menyelesaikan tapal batas. Dengan selesainya perbatasan itu, masalah lain akan tercegah untuk timbul," kata Djoko usai mengikuti pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Mabes TNI, Rabu (1/9).

Djoko menambahkan, semakin erat Indonesia berhubungan dengan negara tetangga, maka akan semakin banyak masalah yang timbul. "Kita harus menjaga kedaulatan, keutuhan, di samping memang kita juga harus menjaga persahabatan dengan negara-negara," kata Djoko.

Red: Arif Supriyono
Rep: M Ikhsan S



:: SBY beri tiga alasan





SIKAP PRESIDEN
Tiga Alasan Indonesia Emoh Perang
Rabu, 1 September 2010 | 22:31 WIB
AFP
Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikukuh bahwa penyelesaian masalah bilateral dengan Malaysia harus dilakukan dengan cara damai. Dalam pidatonya menyikapi masalah hubungan bilateral dengan Malaysia di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (1/9/2010), Presiden tak menyinggung sama sekali kemungkinan konfrontasi atau bahkan perang.

"Perkembangan dan dinamika kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting," ujar Presiden. Tiga alasan diungkapkan Presiden untuk menjaga hubungan Indonesia dan Malaysia tetap berjalan dengan erat.

Pertama, kata Presiden, Indonesia dan Malaysia memilik hubungan sejarah, budaya, dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain dan sudah terjalin selam ratusan tahun. "Kita mempunyai tanggung jawab sejarah untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini," ujar Presiden.

Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. "ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia," lanjut Presiden.

Ketiga, ada sekitar dua juta orang Indonesia yang bekerja di Malaysia baik di perusahaan, di bidang pertanian, maupun di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. "Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama bagi Indonesia maupun bagi Malaysia," jelas Presiden.

Sementara itu, ada sekitar 13.000 pelajar dan mahasiswa asal Indonesia yang belajar di Malaysia dan sekitar 6.000 mahasiswa Malaysia di Indonesia. "Ini merupakan aset bangsa yang harus dibina bersama dan menjadi modal kemitraan," kata Presiden.

Menurut Presiden, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Malaysia menjadi alasan penting hubungan kedua negara harus dipertahankan. Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia merupakan ketiga tebesar dengan 1,18 juta orang dari total 6,3 juta wisatawan macanegara. Investasi Malaysia di Indenesia dalam lima tahun terakhir pada 2005-2009 berupa 285 proyek dengan nilai investasi berjumlah 1,2 miliar dollar AS. Sementara investasi Indonesia di Malaysia mencapai 534 juta dollar AS. Jumlah perdagangan kedua negara selama tahun 2009 mencapai 11,4 miliar dollar AS.

Penulis: Sandro Gatra | Editor: Tri WahonoDibaca : 13049